“Saya adalah kader Partai NasDem yang sudah lebih dari 15 tahun mengikuti, melihat pemikiran, pengabdian, dan perjuangan Bapak Surya Paloh. Selama itu saya memperoleh pengalaman empiris untuk melihat secara objektif perjalanan hidup beliau, pengorbanannya, serta dedikasinya kepada bangsa dan negara,” jelasnya.
Iskandar menegaskan bahwa buku yang disusunnya bukanlah biografi Surya Paloh, melainkan kumpulan pemikiran, nilai-nilai, dan gagasan kebangsaan yang selama ini diperjuangkan untuk didokumentasikan sebagai warisan intelektual.
“Saya ingin pikiran, gagasan, dan ajaran Bapak Surya Paloh dibukukan agar menjadi warisan yang dapat dibaca dan menjadi referensi bagi semua pihak, khususnya kader Partai NasDem. Buku ini merupakan kristalisasi pemikiran dari perjalanan kehidupan beliau selama 75 tahun, lebih dari 60 tahun berorganisasi, dan lebih dari setengah abad berkecimpung di dunia politik,” ungkapnya.
Ia berpandangan bahwa berbagai pemikiran kebangsaan yang dimiliki Surya Paloh masih memiliki relevansi terhadap dinamika kehidupan bangsa saat ini sehingga penting untuk diarsipkan dalam bentuk buku.












