“Sayang sekali apabila pemikiran-pemikiran kebangsaan yang begitu baik dan sangat bermanfaat bagi bangsa ini tidak dibukukan, tidak didokumentasikan, dan tidak diwariskan kepada generasi selanjutnya,” ujarnya.
Lebih jauh, Iskandar berharap buku tersebut dapat memperkaya literatur mengenai pemikiran kebangsaan sekaligus menjadi salah satu referensi bagi kader Partai NasDem maupun masyarakat luas.
“Buku ini diharapkan menjadi referensi bagi semua pihak bahwa pemikiran-pemikiran beliau telah melalui proses panjang dan dibuktikan melalui keteladanan dalam tindakan. Harapan saya, buku ini dapat memberikan kontribusi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara serta mendukung terwujudnya cita-cita kemerdekaan melalui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” katanya.
Ia kembali menekankan bahwa fokus utama buku tersebut adalah mengulas konsep dan gagasan Surya Paloh yang diperkuat dengan berbagai referensi, bukan sekadar mengisahkan perjalanan hidupnya.
“Buku ini bukan menceritakan biografi Pak Surya Paloh, tetapi mengangkat gagasan dan pemikiran beliau yang diperkuat dengan berbagai referensi. Saya berharap buku ini menjadi embrio lahirnya ideologi perjuangan Partai NasDem sekaligus menjadi warisan intelektual bagi generasi penerus. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Surya Paloh yang telah memberikan inspirasi kepada saya untuk menuangkan endapan pemikiran dan perjalanan panjang beliau, khususnya mengenai kebangsaan, ke dalam sebuah buku,” tutup Iskandar.












