Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Berita UtamaHukumPolitik

Kisruh Lahan, Warga Serang Pekerja Bangunan di Medan Deli

×

Kisruh Lahan, Warga Serang Pekerja Bangunan di Medan Deli

Sebarkan artikel ini
Kisruh Lahan, Warga Serang Pekerja Bangunan di Medan Deli
Sekelompok warga menyerang pekerja bangunan ketika ingin menurunkan material di lokasi lahan Jalan Platina IV Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli, Senin (1/11/2021) lalu. (foto Istimewa)

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Tarigan berharap polisi bertindak tegas dan tidak berpihak dalam mengusut kasus ini.  

“Saya berharap polisi tidak berpihak dalam menangani kasus ini, kami cuma datang untuk bekerja tak lain. Semoga laporan saya ditanggapi pihak kepolisian dengan cepat,ā€ tambah Tarigan. 

MEMPROSES ADSENSE...

ā€œKami datang mau kerja berdasarkan IMB yang dikeluarkan pemerintah kota. Kami hanya menyelesaikan pekerjaan membuat pagar di lahan tersebut,” jelas E Romulo Naibaho, selaku kuasa hukum pemilik tanah yang sah Wijako. 

Para pekerja mengaku berusaha bertahan dan tidak membalas serangan, namun serangan semakin brutal dan hujan batu dan balok pun tidak terhindarkan. Bahkan pekerja terluka dibagian kepala akibat batu yang mendarat di kepalanya dan ada juga yang cedera di bagian kaki dan tangan.

Kisruh Lahan, Warga Serang Pekerja Bangunan di Medan Deli
Pekerja bangunan korban bentrok terluka di bagian kepala. (foto istimewa)

Salah satu pekerja bangunan Sihotang menceritakan kronologi kejadian tersebut, berawal ketika warga menyerbu para pekerja bangunan saat melakukan muat barang material bangunan. Disinilah kisruh antara masyarakat dan pekerja bangunan mulai memuncak, saat warga datang menyerbu dengan hujan batu dan broti. 

“Begitu kami hampir selesai muat mereka datang dengan jumlah yang banyak. Awalnya mereka datang memaki dengan bahasa kasar sembari melempar kami dengan broti kami diam tak menggubris dan terus bekerja menurunkan material. Tapi begitu hujan batu kami terpaksa sembunyi di balik truk, jelas kami bingung mau buat apa.  Saat itu lah beberapa dari mereka menyerang kami. Sembari berusaha dan sempat terjadi bentrok kami bertuah kabur dan menyelamatkan diri. Untung polisi cepat datang kalau tidak nyawa kami terancam. Aku nggak tau kalau gini jadinya, tau nya aku ditawari kerja bangunan dengan kawan,” terang Sihotang.

Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan