Enam TRP tersebut telah dibuat kurikulumnya dan menjadi bahan ajar di lembaga kursus TRP di Sumut.
“Ke enam TRP Ini telah dibakukan sehingga masyarakat mengetahui TRP etnis Sumut dengan benar dalam pemakaian busana maupun penempatan aksesoris dalam seminar dan event-event terkait TRP,” jelasnya.
Fauziah berharap dalam menggali nilai budaya adat istiadat di bidang TRP perlu mendapat dukungan dukungan dari semua pihak, baik lembaga adat, masyarakat dan pemerintah daerah.
“Proses pembakuan ini cukup lama, jadi kami berharap dukungan dari semua pihak agar apa yang belum dibakukan akan segera terwujud,” harapnya
Fauziah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua TP PKK Sumut atas dukungan yang diberikan kepada HARPI Melati Sumut untuk menjaga dan melestarikan nilai budaya di bidang TRP. “Kami pengurus HARPI Melati Sumut siap berkolaborasi dengan program-program PKK Sumut, sehingga keinginan untuk membaku TRP yang lagi proses segera proses pembakuan bisa segera tercapai,” jelasnya.
Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Sumut Syaifuddin, Kepala Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak Sumut Nurlela, Ketua DPC HARPI Melati Kota Medan Zul Aini, Ketua DPC HARPI Melati Kota Binjai Endang Sri Widayati, Ketua DPC HARPI Melati Kabupaten Simalungun Jenrianto dan Pengurus TP PKK Sumut.












