βAli Yusran atau Datuk adalah seorang ayah bagi kami. Ia tempat kami berkeluh kesah dan selalu menerima kami dalam kondisi apa saja. Pikiran-pikirannya luas, orangnya ramah dan sangat cerdas serta begitu peduli. Tenanglah di sana ya Datuk, kami semua menyayangimu,β kata Aishah dengan suara serak menahan air matanya agar tak tumpah.
Ali Yusran banyak meninggalkan karya tulis. Buku kumpulan cerita pendek ini adalah buku keduanya. Buku pertamanya terangkum dalam buku puisi berjudul Petapa Akhir Abad, Kumpulan 77 puisi yang diluncurkan pada tahun 2016 lalu. Ke depan kumpulan essai kebudayaan dan novel direncanakan untuk diterbitkan. Peluncuran cerpen berjudul Siksa Dosa di Ujung Usia ini dilakukan dalam rangka mengenang setahun kepergian A. Yusran sebagai salah satu pengarang di Sumatera Utara yang juga mengabdikan dirinya bagi gerakan sosial pro demokrasi.
βSemoga karya-karya karya A. Yusran bisa menyemarakkan dunia sastra dan mendorong berkembangnya gerakan literasi di Sumut dan Indonesia,β harap Dini Usman penuh semangat.
Bila ada yang berminat membaca buku karya A. Yusran bisa dipesan langsung pada penerbit Swarnadwipa melalui email penerbitswarnadwipa@gmail.com sebagai salah satu penerbit indie di Sumatera Utara.Β
Penulis: Yeni Sitorus
Editor: Mery Ismail, S.Sos












