Dalam keterangannya, Yanti menyebut isi pesan yang diterimanya antara lain berbunyi:
“‘Jangan ikut campur masalah rumah tangga orang gua.’”
Ia juga menyebut terdapat kalimat lain yang ditujukan kepadanya dan keluarganya.
“‘Enggak usah pura-pura kalian enggak tahu. Kalian yang ngajarin istri gue.’ Kalau kayak gitu. ‘Apakah kalian konsultan?’ Nah, saya tidak mengajarkan apa-apa,” ujar Yanti.
Dikaitkan dengan Peristiwa 5 April 2024
Dalam kesaksiannya, Yanti mengaitkan pesan-pesan tersebut dengan kecurigaannya terhadap situasi yang berkembang menjelang peristiwa 5 April 2024.
Menurut Yanti, pada saat itu Sherly menghubunginya melalui pesan singkat dan meminta dijemput karena telepon genggamnya disebut mengalami kerusakan.
“Jadi dia bilang, ‘Kak tolong jemput kami. HP-ku dibanting rusak sama dia. Tolong,’ gitu,” kata Yanti.
Yanti mengaku semakin curiga karena sebelumnya pernah menerima pesan yang menurutnya bernada ancaman. Karena itu, ia memutuskan datang ke rumah Sherly pada 5 April 2024.
Ketika ditanya penasihat hukum terdakwa apakah peristiwa yang terjadi pada 5 April 2024 membuatnya curiga, Yanti menjawab tegas.












