“Apa bisa dikembalikan lagi nama orang tua di KK, Pak?” tanya salah satu warga.
Sementara warga lain menyampaikan, “Tahun lalu saya dapat PKH, tapi tahun ini nama saya tidak terdaftar lagi.”
Menanggapi hal tersebut, Godfried menjelaskan bahwa penerima PKH ditentukan berdasarkan data dan verifikasi berkala dari pemerintah.
“Tidak otomatis setiap tahun menerima PKH. Ada penilaian berdasarkan kondisi ekonomi dan data dari BPS,” ujarnya.
Keluhan lain datang dari warga terkait kondisi jalan rusak, minimnya lampu jalan, hingga drainase yang menyebabkan banjir. Bahkan, ada warga yang mengeluhkan pipa air bersih yang bocor dan bercampur dengan limbah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Godfried langsung mengarahkan warga untuk berkoordinasi dengan dinas terkait serta berjanji akan menindaklanjuti melalui jalur resmi di DPRD.
Perwakilan dari instansi pemerintah seperti Dinas Perhubungan, Dinas Perkim, Disdukcapil, hingga pihak puskesmas turut memberikan penjelasan atas berbagai pertanyaan warga, termasuk terkait layanan kesehatan bagi warga luar daerah dan perbaikan data administrasi.
Di akhir kegiatan, panitia membagikan suvenir kepada warga sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dalam sosialisasi tersebut.












