Sambil memperbaiki kandang ayam, mereka bercerita tentang kelangsungan hubungan yang di bina selama 2 tahun, sebut AKP Adinoto.
Sang Janda SS menghubungi anaknya yang lagi merantau di Pulau Batam melalui handphonenya, untuk memberitahukan kalau ia mau di lamar dan nikah dengan WL.
Diduga SS tidak menyangka kalau anaknya tidak setuju di nikahi oleh WL, dan percakapan antara ibu dengan anak tersebut di dengar langsung oleh WL, ujar Adinoto.
Mendengar anak SS menolak, perasaan WL bagaikan disambar petir di siang hari, emosinya spontan memuncak, walau SS telah berusaha membujuk agar WL tidak terbawa marah, namun WL bukannya tenang, malah semakin meluap kemarahannya.
Dengan mengambil dua buah parang, WL mengancam SS sambil mengatakan anaknya akan di bunuh dan membakar seisi rumahnya, jelas Kapolsek.
Merasa terancam SS bersama anaknya mengungsi kerumah keluarga dan menceritakan semua kepada Alek Sitepu.
Di temani oleh Alek SS buat laporan ke Polsek Buntu Raja.
Di luar dugaan Senin pagi (8/2) sekira pukul 06.00. WIB, WL telah membakar isi rumah SS dan dua unit sepeda motor yang berada di dalam rumah hangus terbakar, papar Adinoto.






