Hukum

Tragedi di Medan Helvetia, Istri Anggota Polri Ditemukan Meninggal dengan Luka Tembak, Motif Masih Didalami

12
×

Tragedi di Medan Helvetia, Istri Anggota Polri Ditemukan Meninggal dengan Luka Tembak, Motif Masih Didalami

Sebarkan artikel ini

Polda Sumut memastikan korban merupakan istri personel Polrestabes Medan. Dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api milik suaminya, sementara penyelidikan masih terus berlangsung.

Ilustrasi garis polisi membatasi area rumah yang menjadi lokasi penyelidikan dugaan meninggalnya seorang perempuan yang merupakan istri anggota Polri di kawasan Medan Helvetia, Kota Medan, Senin (3/8/2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist).

MEDAN, kedannews.co.idInformasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Apabila Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis, depresi, atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan dari psikolog, psikiater, fasilitas layanan kesehatan, atau orang-orang terpercaya di sekitar Anda.

Aparat Kepolisian Daerah Sumatera Utara masih mendalami peristiwa meninggalnya seorang perempuan berinisial W di sebuah rumah di Perumahan Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (2/8/2026) sore. Korban yang diketahui merupakan istri seorang anggota Polri ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak.

Peristiwa tersebut menyita perhatian publik karena melibatkan keluarga anggota kepolisian. Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk memastikan penyebab serta motif di balik insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan membenarkan adanya kejadian itu. Ia menjelaskan bahwa korban merupakan istri Bripka I, anggota Polrestabes Medan.

“Korban merupakan istri anggota kami berinisial W. Dugaan sementara, yang bersangkutan meninggal karena bunuh diri di rumahnya,” kata Ferry kepada wartawan di Mapolda Sumut, Senin (3/8/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sebelum insiden terjadi Bripka I diketahui menyimpan senjata api dinasnya di dalam sebuah tas saat sedang beristirahat di rumah. Tidak lama kemudian, ia mendapati tas tersebut telah terbuka dan senjata api miliknya sudah tidak berada di tempat semula.

Menyadari hal tersebut, Bripka I kemudian mencari keberadaan istrinya di dalam rumah. Saat korban berada di kamar mandi, terdengar suara letusan yang berasal dari ruangan tersebut.

“Ketika anggota kami menyadari tasnya sudah terbuka, ia mencari senjatanya dan diketahui dibawa oleh almarhum. Saat korban berada di kamar mandi, terdengar suara letusan,” ujar Ferry.

Seusai kejadian, petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RS Bhayangkara Medan. Sejumlah personel dari berbagai satuan turut dilibatkan dalam penanganan kasus tersebut.

Meski dugaan sementara mengarah pada bunuh diri, Polda Sumut menegaskan proses penyelidikan masih berjalan. Hingga kini, penyidik belum mengungkap secara rinci lokasi luka tembak pada tubuh korban maupun faktor yang diduga menjadi pemicu peristiwa tersebut.

“Motifnya masih didalami oleh Bid Propam bersama Ditreskrimum Polda Sumatera Utara,” pungkas Ferry.