“Saya menduga ada pihak yang tidak senang dengan perjuangan kami membela hak masyarakat. Namun saya serahkan semuanya kepada proses hukum dan fakta yang sebenarnya,” katanya.
Secara terpisah, JG membenarkan dukungan yang diberikan warga dan menyerahkan penilaian kepada masyarakat yang selama ini mengetahui kinerjanya.
“Biarlah masyarakat yang menilai. Saya merasa apa yang beredar saat ini merupakan fitnah yang sangat merugikan diri saya dan keluarga. Namun saya tetap menghormati proses hukum dan percaya kebenaran akan terungkap,” ungkapnya.
JG menegaskan akan tetap fokus menjalankan tugas sebagai kepala desa dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah serta tidak menggiring opini sebelum adanya pembuktian yang sah.
Warga berharap polemik ini disikapi secara bijak dengan mengedepankan fakta, keberimbangan, dan proses hukum yang berlaku agar tidak mengganggu perjuangan masyarakat serta kondusivitas di Kabupaten Simalungun.












