Iqbal kembali menegaskan, “Ketegasan Ricky Antony justru menunjukkan bahwa fungsi pengawasan berjalan. Ini adalah bentuk keberanian dalam menjaga keseimbangan antara eksekutif dan legislatif demi kepentingan masyarakat Sumatera Utara.”
APMPEMUS juga mengajak masyarakat untuk menyikapi dinamika politik secara objektif dengan mengedepankan fakta, etika, serta nalar hukum, tanpa mudah terpengaruh oleh opini yang berkembang secara sepihak di ruang publik.
Menutup pernyataannya, Iqbal mengingatkan bahwa penghormatan terhadap forum sidang paripurna merupakan bagian dari integritas penyelenggara negara dalam menjalankan amanah rakyat.
“Siapapun pejabatnya, etika dan moral dalam ruang sidang harus dijunjung tinggi. Kritik Ricky Antony adalah bentuk pengingat bahwa tidak ada jabatan yang kebal dari pengawasan,” tutup Iqbal, S.H.












