Reza menyebut upaya konfirmasi via WhatsApp tidak mendapat jawaban atas substansi pertanyaan. Ironisnya, wartawan justru diarahkan menemui sekretaris dinas.
“Yang dipertanyakan masyarakat itu Kadis LH, bukan sekretarisnya. Yang memberi pernyataan ke publik juga Kadis LH. Jadi kenapa ketika diminta klarifikasi malah menghindar? Ada apa sebenarnya?” kritiknya.
Diduga Sebar Pesan Konfirmasi Wartawan
Polemik makin panas setelah muncul dugaan pesan konfirmasi wartawan yang dikirim ke Kadis LH justru diteruskan ke pihak lain. Reza menilai tindakan itu tidak etis dan mencederai hubungan profesional pejabat publik dengan insan pers.
“Yang dibutuhkan wartawan adalah jawaban, bukan pesan konfirmasi yang beredar ke mana-mana. Ini kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang. Kalau pejabat sibuk menyebarkan konfirmasi ketimbang menjawabnya, publik berhak mempertanyakan komitmennya terhadap keterbukaan informasi,” ujarnya.
Ia menegaskan diamnya pejabat publik dalam polemik besar bukan solusi. Sebaliknya, sikap bungkam justru memperbesar kecurigaan dan membuka ruang spekulasi.
“Semakin lama memilih diam, semakin besar pertanyaan publik. Jangan salahkan masyarakat jika muncul dugaan-dugaan. Sebab hingga hari ini yang ditunjukkan bukan transparansi, melainkan sikap menghindar. Padahal jabatan publik dibayar rakyat dan harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” katanya.






