Dalam pandangannya, Gerindra juga mengingatkan bahwa hingga saat ini masyarakat Kota Medan masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari banjir yang berulang saat musim hujan, kemacetan lalu lintas, persoalan sampah yang belum tertangani secara optimal, pelayanan publik yang dinilai belum sepenuhnya cepat dan responsif, hingga masih adanya kesenjangan pembangunan antarwilayah.
“Jawaban Pemerintah Kota Medan tidak boleh berhenti sebagai komitmen normatif. Seluruh janji tersebut harus diwujudkan melalui target yang terukur, pelaksanaan yang konsisten, serta pengawasan yang ketat,” tegas Fauzi.
Sebagai bagian dari rekomendasi strategis, Fraksi Gerindra meminta Pemerintah Kota Medan mempercepat penyelesaian banjir melalui pembangunan drainase terpadu, normalisasi sungai, dan pembangunan kolam retensi.
Selain itu, pemerintah daerah juga didorong memperbaiki kualitas jalan dan fasilitas publik secara merata, meningkatkan akses pelayanan kesehatan dan pendidikan, memperkuat pembinaan UMKM, menciptakan lapangan kerja baru, serta memastikan seluruh OPD bekerja berdasarkan capaian kinerja yang terukur, bukan sekadar mengejar serapan anggaran.












