Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Berita Utama

JPU Tuntut Sherly 1 Bulan Penjara, Terdakwa Tegaskan Dirinya Korban KDRT yang Dikuatkan Sejumlah Saksi di Persidangan, Mantan Suami Juga Mengaku Mendengar Teriakan Sebelum Listrik Padam

×

JPU Tuntut Sherly 1 Bulan Penjara, Terdakwa Tegaskan Dirinya Korban KDRT yang Dikuatkan Sejumlah Saksi di Persidangan, Mantan Suami Juga Mengaku Mendengar Teriakan Sebelum Listrik Padam

Sebarkan artikel ini

Sherly menolak tuntutan Jaksa Penuntut Umum dan meminta dibebaskan murni, sementara kuasa hukumnya menilai fakta persidangan menunjukkan kliennya adalah korban, bukan pelaku.

Terdakwa Sherly didampingi tim penasihat hukum usai mengikuti sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Kelas IA, Kamis (4/6/2026). Jaksa Penuntut Umum menuntut pidana penjara selama satu bulan, sementara penasihat hukum menyatakan akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan. (kedannews.co.id/ist)

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

“Tidak mungkin orang berteriak minta tolong kalau tidak sedang mengalami sesuatu yang berat. Fakta di persidangan, saksi mendengar Sherly berteriak ‘Ko Erwin tolong, Ko Erwin tolong’ sebelum lampu padam. Menurut keterangan klien kami, pada saat itulah dia mengalami penganiayaan. Karena itu, kesaksian LK justru menguatkan bahwa Sherly berada dalam posisi sebagai korban,” ujar Jonson Sibarani kepada wartawan, usai sidang pada Kamis (30/4/2026).

kesaksian langsung Budi Tahir di persidangan Menguatkan Terdakwa adalah Korban

Di hadapan majelis hakim, saksi Budi Tahir yang dihadirkan JPU, menerangkan bahwa setelah peristiwa di rumah tersebut, ia melihat langsung kondisi Sherly yang memeluk ibunya sambil mengeluhkan seluruh tubuhnya sakit. Menurut Budi Tahir, pada malam harinya Sherly juga menceritakan kepada keluarga bahwa dirinya mengalami kekerasan, serta ia melihat adanya lebam pada bagian kaki, paha, dan tangan Sherly.

MEMPROSES ADSENSE...

“Mak, saya mau ikut pulang. Badan saya sakit semua,” ujar Budi Tahir menirukan ucapan Sherly yang didengarnya langsung di rumah usai peristiwa. Ia juga menirukan pengakuan Sherly di hadapan majelis hakim, “Saya dipukul Roland, dicekik Roland, ditekan sama kaki.” Saat ditanya mengenai kondisi fisik Sherly, Budi Tahir menjawab, “Di mata kaki sama paha kena tekan. Tangannya lembam biru.”, pada Kamis pagi (07/05/2026).

Kesaksian langsung Erwin Henderson di persidangan Mengaku Mendengar Sherly Menjerit Minta Tolong

Di hadapan majelis hakim, saksi Erwin Henderson yang dihadirkan JPU, menerangkan bahwa dirinya datang ke rumah pelapor setelah mendapat informasi dari istrinya bahwa Sherly ingin dijemput karena diduga mengalami penganiayaan dan merasa tidak bisa keluar dari rumah seorang diri. Erwin juga mengaku mendengar langsung teriakan minta tolong dari Sherly saat berada di luar rumah, setelah pintu rumah dikunci dari dalam.

Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan
Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan
Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan