Medan, kedannews.com – Perseteruan perebutan lahan antara pihak Ahli Waris dengan PT Bumi Mansyur Permai yang terletak di Jalan Setia Budi, Kota Medan, Sumatera Utara memasuki babak baru. Setelah sebelumnya pihak PT Bumi Mansyur Permai memagar lahan tersebut dan memasang plang yang tertulis bahwa lahan tersebut secara sah dimiliki oleh PT Bumi Mansyur Permai.
Kuasa hukum ahli waris Khilda Handayani dan Wilman Maruta memenuhi undangan penyidik Subdit II Unit IV Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut guna gelar perkara atas Dumas (Pengaduan Masyarakat) mohon perlindungan dan kepastian hukum oleh Firman Effendi yang merupakan kliennya. Kamis (16/12/2021).

Khilda menyebut Dumas tersebut berdasarkan laporan yang dibuat oleh Martin Sembiring yang mewakili PT Bumi Mansyur terhadap Firman Effendi terkait adanya dugaan tindak pidana penyerobotan tanah. Namun, jelas Khilda pada bulan Agustus kliennya Firman Effendi juga menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan atau SPDP namun terkait soal lain yaitu pemalsuan surat atau dokumen, jelas Khilda.
” Sehingga ini membuat klien kami keberatan. Maka kami memohon perlindungan dan kepastian hukum kepada Kapolda Sumut, Irwasda, Dirreskrimum, Kabag Wasidik serta Kabid Propam Polda Sumut,” ungkap Khilda.






