Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...
Hukum

Mantan Ka Unit BRI Kisaran Divonis 8 Tahun, Mantri Bank Dihukum 6,5 Tahun

×

Mantan Ka Unit BRI Kisaran Divonis 8 Tahun, Mantri Bank Dihukum 6,5 Tahun

Sebarkan artikel ini

Majelis Hakim Tipikor Medan menjatuhkan hukuman berbeda kepada dua terdakwa kasus korupsi kredit fiktif yang merugikan keuangan negara Rp2,44 miliar. Keduanya dinyatakan terbukti bersalah, tetapi tidak dibebani uang pengganti karena tidak ditemukan bukti menikmati aliran dana hasil korupsi.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan membacakan putusan terhadap mantan Kepala Unit Bank BRI Cabang Imam Bonjol Kisaran Witia Pusen dan mantri bank M. Iqbal dalam perkara korupsi kredit fiktif di Ruang Sidang Cakra Utama, Medan, Selasa (8/9/2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist).

MEDAN, kedannews.co.id — Mantan Kepala Unit Bank BRI Cabang Imam Bonjol Kisaran, Witia Pusen, divonis delapan tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro.

Putusan tersebut dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan yang diketuai As’ad Rahim Lubis di Ruang Sidang Cakra Utama, Selasa (8/9/2026) sore.

MEMPROSES ADSENSE...

Selain pidana penjara, Witia juga dijatuhi denda Rp300 juta dengan ketentuan subsidair 100 hari penjara.

Pada malam harinya, majelis hakim dalam ruang sidang yang sama menjatuhkan hukuman kepada mantri bank, M. Iqbal. Ia divonis 78 bulan atau 6,5 tahun penjara serta denda Rp300 juta subsidair 60 hari penjara.

Keduanya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kisaran.

Kerugian Negara Rp2,44 Miliar

Dalam pertimbangannya, majelis hakim sependapat dengan dakwaan JPU Kejari Kisaran, Chandra Syahputra.

Para terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 603 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 20 huruf c KUHP.

Perkara tersebut berkaitan dengan perbuatan turut serta secara tanpa hak dan melawan hukum memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2.443.634.942.

Sebelumnya, Witia dituntut delapan tahun penjara, denda Rp500 juta subsidair 100 hari penjara serta uang pengganti Rp1 miliar.

Sementara M. Iqbal dituntut 7,5 tahun penjara dan denda Rp300 juta tanpa tuntutan uang pengganti.

Sumpah Pemuda Pemko Medan