Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Berita Utama

Sidang Dugaan KDRT di PN Lubuk Pakam Memanas, Ayah Terdakwa Sebut Sherly Mengaku Dipukul dan Badannya Sakit Semua dan Tidak Melihat Adanya Luka Maupun Lebam di Tubuh Pelapor

×

Sidang Dugaan KDRT di PN Lubuk Pakam Memanas, Ayah Terdakwa Sebut Sherly Mengaku Dipukul dan Badannya Sakit Semua dan Tidak Melihat Adanya Luka Maupun Lebam di Tubuh Pelapor

Sebarkan artikel ini

Kesaksian ayah kandung terdakwa di persidangan mengungkap dugaan penganiayaan, upaya perdamaian keluarga, hingga pengakuan Sherly yang meminta pulang karena mengaku mengalami sakit di sekujur tubuh.

Saksi Budi Tahir memberikan keterangan saat sidang lanjutan dugaan KDRT dengan terdakwa Sherly di Ruang Utama Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, dalam agenda pemeriksaan saksi, Kamis (07/05/2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist).

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

“Yang saya lihat cuma kacamata saja enggak pakai,” katanya.

Keterangan itu kembali dipertegas saat kuasa hukum terdakwa, Jonson Sibarani, menunjukkan foto kondisi R di persidangan.

MEMPROSES ADSENSE...

“Kalau di tanggal 5 itu saya lihat tidak ada,” ujar saksi.

Dalam keterangannya, Budi Tahir juga mengungkap adanya upaya perdamaian antara kedua keluarga usai keributan terjadi. Menurutnya, saat itu pihak keluarga sepakat agar persoalan tidak diperpanjang.

“Sudah salam-salaman. Tidak usah diperpanjang lagi,” ucapnya.

Saksi mengatakan setelah pertemuan keluarga, dirinya bersama istrinya, R, dan seorang rekan R bernama Joni Chandra sempat makan bersama di sebuah restoran di kawasan Cemara Asri sebagai bagian dari upaya perdamaian.

Namun, Sherly disebut tidak ikut dalam acara makan tersebut dan tetap berada di rumah bersama anak-anaknya.

Majelis hakim kemudian mendalami alasan Sherly tidak ikut makan bersama meski situasi disebut telah damai. Namun, saksi mengaku tidak mengetahui alasan pasti.

“Saya enggak tahu,” jawab Budi Tahir.

Persidangan mulai memanas ketika majelis hakim menanyakan peristiwa setelah rombongan kembali ke rumah R. Saat itu, Sherly disebut keluar rumah dan memeluk ibunya sambil meminta ikut pulang.

Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan
Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan
Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan