Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Berita Utama

Sidang KDRT Sherly di PN Lubuk Pakam Kembali Ditunda, Rekaman CCTV, Dugaan Ancaman hingga Klaim Perdamaian Keluarga Jadi Sorotan

×

Sidang KDRT Sherly di PN Lubuk Pakam Kembali Ditunda, Rekaman CCTV, Dugaan Ancaman hingga Klaim Perdamaian Keluarga Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Majelis Hakim Jadwalkan Sidang 18 Juni 2026, Sejumlah Fakta Persidangan Mengemuka Mulai dari Dugaan CCTV Tidak Utuh, Pesan WhatsApp yang Disebut Bernada Ancaman, hingga Kesaksian soal Perdamaian Para Pihak

Ketua Majelis Hakim Hiras Sitanggang memimpin persidangan perkara dugaan KDRT dengan terdakwa Sherly di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Kelas IA. Sidang kembali ditunda dan dijadwalkan dilanjutkan pada 18 Juni 2026. (kedannews.co.id/Foto: Ist). Lubuk Pakam, 11 Juni 2026.

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Menurut tim penasihat hukum terdakwa, keutuhan rekaman CCTV menjadi penting karena berkaitan dengan rangkaian kronologi yang menjadi pokok perkara. Namun, penilaian terhadap alat bukti tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan majelis hakim.

Kesaksian Mengenai Dugaan Ancaman Sebelum Peristiwa

Dalam persidangan yang sama, Yanti juga mengaku pernah menerima pesan WhatsApp yang menurut keterangannya bernada ancaman dari R pada 30 Januari 2024 atau sekitar dua bulan sebelum peristiwa yang dipersoalkan.

MEMPROSES ADSENSE...

“Saya tiba-tiba di-WA Roland. Habis telepon, habis tutup telepon dia langsung WA,” ujar Yanti.

Saat diminta menjelaskan isi pesan yang dimaksud, saksi menyampaikan:

“‘Mana polisimu?’ katanya. ‘Mau datang polisi itu? KuTunggu kalian.’ Gitu.”

Ketika ditanya apakah bukti percakapan tersebut masih tersimpan, Yanti menjawab, “Ada, kalau itu ada.”

Saksi juga mengungkap pesan lain yang menurutnya diterima saat itu.

“‘Jangan ikut campur masalah rumah tangga orang gua.’”

Selain itu, ia menyebut adanya pesan berbunyi:

“‘Enggak usah pura-pura kalian enggak tahu. Kalian yang ngajarin istri gue.’ Kalau kayak gitu. ‘Apakah kalian konsultan?’ Nah, saya tidak mengajarkan apa-apa.”

Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan