Menurutnya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada lokasi pertandingan, tetapi juga mencakup seluruh area pendukung yang menjadi bagian dari penyelenggaraan kejuaraan.
Beberapa objek yang masuk dalam prioritas pengamanan antara lain Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Teladan Medan, Stadion Madya Atletik, Stadion Mini Pancing, Stadion Kebun Bunga, Lapangan Cadika, serta sejumlah hotel yang menjadi tempat menginap para peserta dan official.
Selain venue pertandingan, aparat keamanan juga akan mengawal seluruh rangkaian kegiatan turnamen, mulai dari sesi latihan, konferensi pers, ASEAN Football Festival, hingga seremoni pembukaan dan penutupan.
Ferry menjelaskan bahwa pola pengamanan diterapkan melalui sistem berlapis dengan pembagian tiga zona pengamanan atau ring.
Ring 1 mencakup area dalam stadion dan lapangan pertandingan. Ring 2 meliputi area gerbang masuk serta selasar stadion. Sementara Ring 3 berada di kawasan luar stadion, area parkir, hingga akses jalan menuju lokasi pertandingan.
Terkait pengawasan terhadap penonton, Polda Sumut memastikan pemeriksaan dilakukan secara ketat untuk mencegah masuknya barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan.












