Lebih lanjut, ia menegaskan aparat keamanan akan bertindak tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis terhadap berbagai pelanggaran yang berpotensi mengganggu jalannya kompetisi, termasuk tindakan provokasi, perusakan fasilitas stadion, maupun praktik pencaloan tiket.
Polda Sumut juga melakukan pemantauan terhadap pergerakan kelompok suporter, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gesekan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban selama kejuaraan berlangsung.
Menutup keterangannya, Ferry mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif selama ajang internasional tersebut digelar di Sumatera Utara.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, suporter, dan peserta untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Mari kita tunjukkan bahwa Sumatera Utara mampu menjadi tuan rumah yang aman, ramah, dan profesional bagi penyelenggaraan event internasional,” pungkas Ferry.












