Di sini, omset bisnisnya tentu kian melonjak. “Ya, di situ mulailah setahun bisa dapat (omset) Rp.1 miliar, alhamdulillah,” akunya. Selain finansial usaha yang kian membaik, jejak kiprah dari SKMA lalu menjadi PNS sekaligus botanis kemudian sukses main di agribisnis membuat koneksi pergaulan Putra menguat.
Kisah suksesnya membangun bisnis penangkar benih pertanian menjadi topik obrolan sekalangan orang. Prestasi itu pula yang kemudian membuatnya diangkat menjadi Ketua Penangkar Benih Pertanian Sumatera Utara periode 2010-2015.
Sejak itu, kegiatan berbau politik pun mulai dilirik Putra. Tapi Putra sadar. Bisnis dan politik bukan lahir dari rahim yang sama. Baginya, politik itu hidup di ranah pengabdian. Bakti untuk rakyat, darma untuk negeri. Tak ada kalkulasi untung rugi di situ. Nah, perjuangan mulia itu tentu membutuhkan budget yang besar.
Karena itulah, pada 2017 atau setelah lebih 1 dasawarsa membuka usaha,, Putra semakin fokus mengembangkan bisnis. Di masa inilah enterpreneur lelaki ini tercipta. Dari agribisnis, dia menjajal sektor pertambangan. “Ya itu tadi, (koneksi bisnis tercipta) berkat SKMA yang networking-nya se-Indonesia,” jelasnya lagi.












