Obrolan kembali melayang ke masa lalu. Masa Putra masih dalam gemblengan orang tuanya. Dan, seperti jamaknya anak desa, Putra juga menghabiskan masa kecil hingga remaja di kampungnya, Nagori Naga Jaya I, Bandar Huluan. Di sanalah dia menamatkan SD dan SMP. “(Habis) tamat dari SD Inpres 0916666 saya masuk SMP Prama Artha,” jelasnya.
Berjuang Masuk Sekolah Gratis
Di rentang masa kanak hingga remaja, Putra sudah dikenal sebagai sosok yang sholeh. Didikan ajaran Islam dari orang tua tampak kuekueh terpatri dan dijalankannya.
Saking sholeh dan sayang orang tua, Putra punya pandangan sedikit beda. Orang tua, terutama ibu, baginya bagaikan Tuhan “yang nampak”. Dari falsafah itulah, Putra mafhum, tak ada keberhasilan hidup bisa diraih anak tanpa restu dan doa orang tua.
Kisah Joko Widodo (Jokowi) yang sangat menyayangi ibunya, menjadi bukti anyar arti petuah keramat itu. Kisah anak menyayangi orang tua lama menjadi fakta di balik kesuksesan banyak tokoh besar lain.
“Mamak yang diam-diam rajin sedekah betul-betul menjadi inspirasi bagi saya. Juga bapak yang gigih (bekerja) adalah spirit bagi saya,” aku Putra, tentang dua kekuatan hebat orang tuanya.












