Di sektor terakhir, meski “pemain baru”, perusahaan yang dikendalikan Putra berhasil menjadi vendor PT Vale Tbk. Ini perusahaan raksasa yang mengantongi ijin eksplorasi tambang nikel. Perusahaan ini beroperasi di Sulawesi. Sulawesi memang dikenal sebagai “supermarket” nikel. “Ya, main nikel di Makassar. Itu (menjadi vendor PT Vale) sejak 2018. Makanya hampir setiap bulan saya ke (Makassar) sana,” tuturnya.
Sampai titik pencapaian ini, bisnis Putra memang kian moncer. “Kini (omset per tahun) antara Rp.20 miliar sampai Rp.30 miliar. Dan total karyawan 600 orang,” aku Putra. Tapi di masa ini pula, suami Wirna Febrina ini menorehkan sejarah penting dalam perjalanan hidupnya. Apa?
Kesibukannya mengendalikan bisnis hingga “beranak pinak” membuat ayah dari Raja Putra Rangkuti dan Gibran Putra Rangkuti ini akhirnya memutuskan non-aktif dari kedinasannya sebagai PNS. Berhenti.
“Terakhir, 2017 dengan mengambil cuti di luar tanggungan negara, hak PNS dicabut, saya berkantor di BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) Sumut kala itu. Kalau teman-teman seangkatan saya rata-rata eselon 4 dan eselon 3. Tapi sebenarnya, niat untuk berhenti sudah ada sejak tahun 2012. “












