Sekolah menggiurkan itu adalah SKMA Negeri Pekan Baru (Riau). SKMA akronim Sekolah Kehutanan Menengah Atas. Tak hanya bertujuan menyiapkan peserta didik dalam mendukung pembangunan kehutanan, sekolah bergengsi ini juga dikenal kuat menggembleng mental para muridnya, dengan pola semi militer.
Tapi jalan masuk ke sekolah itu tak lah seperti membalikkan telapak tangan.
Basic anak kampung dan tinggal dekat hutan bukan berarti membuat Darma Putra bisa langsung masuk SKMA. Nilai-nilai plus dari SKMA menyaratkan seleksi ketat untuk setiap calon murid yang ingin masuk ke sekolah “tak biasa” itu.
Ribuan anak dari berbagai daerah pun mengikuti test syarat masuk SKMA Negeri Pekan Baru. Seleksi yang ketat membuat hanya “segelintir” yang akhirnya dinyatakan lulus tes.
Dan, Putra, si anak berbakti, termasuk yang lolos seleksi. Di sinilah dia mulai meninggalkan kampung halaman. Demi meraih ilmu, hidup “bersakit-sakit” di perantauan mulai dijalaninya.
“Tak hanya mengajarkan ilmu kehutanan serta menempa mental ((para siswa), SKMA juga punya networking se-Indonesia,” jelas Darma Putra, soal nilai plus sekolah itu. Ribuan alumninya tersebar di setiap propinsi.












