Tak nyana, kegigihannya menimba ilmu malah melahirkan motivasi menjadi pengusaha agribisnis. Putra ingin membuka usaha penangkar benih tanaman perkebunan, khususnya sawit. Tapi mana modal ? Untuk menjajal bisnis itu minimal harus punya lahan yang luas. Pendapatan PNS “golongan biasa” tentu tak lah mampu mewujudkan mimpi itu. Putra pun putar otak. Itu terjadi tahun 2005. Hasilnya?
Di sinilah “kegilaan” itu dimulai. Tak ada cara lain, modal usaha pembibitan sawit akhirnya didapat lewat aksinya menggadai SK PNS ke bank. “Dari hasil menggadai SK itu saya dapat Rp60 juta. Itulah modal awal saya. Dengan duit itu, pelan-pelan, kecil-kecilan saya buka usaha penangkar benih sawir,” tuturnya.
Dan, man jadda wajada. Siapa yang sungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkannya. Keberhasilan memang tak mengkhianati kegigihan berusaha. Putra sudah membuktikan itu. Tiga tahun kemudian, 2008, bisnisnya mulai bertumbuh. “Awalnya, (omset) Rp160 juta per tahun. Alhamdulillah, makin tahun, peningkatan (omset) terus terjadi,” tukasnya
Bisnis yang mulai berkembang membuat Putra berekspansi. Lokasi-lokasi baru penangkar bibit sawit dia buka. Kini, usahanya telah menyebar. “Di Binjai sudah ada, di Sampali (Percut Seituan) ada 2 (lokasi), Siantar juga 2, Deli Serdang ada 2 lokasi di Mandailing Natal dan Jambi juga ada,” jelasnya.












