“Harimau” Yang Cool
Jum’at, 01 Juli 1984. Itulah hari terbahagia bagi Amiruddin Sutrisno Rangkuti (62). Juga istri tercintanya, Samaiyah (almh).
Hari itu, putra pasangan ini lahir dengan sehat. Dan, sesuai pesan syekh, guru agama Amiruddin, bayi laki-laki berkulit putih itu diberi nama Darma Putra.
“Ya, nama saya memang pemberian seorang syekh. Dialah Syekh KH Sanuri dari tarekat Naqsabandiyah. Waktu kecil, saya sering ikut bapak asal menemui Syekh Kyai Haji Sanuri,” kenang Putra.
Sesuai arti nama, putra asli Bandar Huluan ini diharap tumbuh menjadi pangeran penebar kebenaran. Kemuliaan nama itu menjadi kian hebat disanding arti dari Rangkuti.
Bukankah mitologi marga itu berasal dari Sang Moyang, Datu Janggut Marpayung Aji, si orang nan ditakuti, yang lama kelamaan julukan untuk tokoh sakti itu diakronimkan menjadi Rangkuti. Orang yang ditakuti. Saking ditakuti, mitos Rangkuti identik dengan sosok harimau.
Mendengar cukilan uraian baheula itu, Putra tampak tersenyum kecil. “Asal nggak digara-garai, kita sih (orangnya) cool, calm. and confident,” akunya. Keren, tenang, dan percaya diri.
Tiga karakter itu lama menjadi moto kepribadiannya. Dia menjelaskan itu sambil duduk santai dekat lukisan besar harimau yang nempel di dinding gazebo asri samping rumahnya.












