âPolanya mirip, profesi tidak diberi ruang menyelesaikan masalah, tapi pidana langsung dipaksakan. Bedanya, kali ini ada dugaan manipulasi rekomendasi MDP dan motif uang miliaran,â katanya.
Preseden Hukum yang Berbahaya
Menurut Hangga, kasus dr. Ratna menunjukkan masih lemahnya koordinasi antara organisasi profesi kedokteran dengan aparat penegak hukum. Tanpa standar profesi yang jelas dan putusan disiplin yang transparan, seorang dokter bisa sewaktu-waktu dijadikan tersangka.
âBayangkan, tanpa standar profesi yang jelas, MDP bisa seenaknya memberi rekomendasi. Hari ini dr. Ratna, besok bisa dokter lain, bahkan profesi lain. Semua bisa jadi korban kriminalisasi demi kepentingan tertentu,â ujarnya.
Ujian Integritas Aparat
Hangga menilai kasus ini bukan lagi sekadar sengketa medis, melainkan uji integritas aparat penegak hukum dan organisasi profesi kesehatan. Publik menunggu apakah Polda Bangka Belitung berani membuka semua fakta, termasuk dugaan manipulasi rekomendasi di tubuh MDP KKI.
âWaktunya terbuka ke publik. Jangan biarkan kriminalisasi ini berlalu tanpa perlawanan,â pungkasnya.












