Menurutnya, simulasi dilakukan dengan memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) yang dialirkan melalui jaringan pipa. Metode tersebut bertujuan membantu penyidik mengidentifikasi lokasi kebocoran secara lebih akurat tanpa harus membuka kembali distribusi gas kepada seluruh pelanggan.
PGN juga menegaskan belum menarik kesimpulan bahwa jaringan gas yang dikelolanya menjadi penyebab utama insiden tersebut. Perusahaan memilih menunggu hasil investigasi resmi yang dilakukan bersama kepolisian.
“Kami mendukung sepenuhnya proses investigasi bersama aparat kepolisian. Untuk penyebab pasti kejadian ini, kami menunggu hasil investigasi resmi,” ujar Andi.
Sementara itu, Polda Sumatera Utara memastikan seluruh rangkaian penyelidikan dilakukan secara objektif dengan mengedepankan pembuktian ilmiah. Setelah seluruh pemeriksaan teknis rampung, kepolisian akan menyampaikan hasil akhir investigasi, termasuk sumber kebocoran, penyebab penyulutan, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian apabila ditemukan dalam proses penyidikan.












