Masih menurut Razman, meskipun telah bercerai, kewajiban sebagai seorang ayah tetap menafkahi anaknya, untuk sekarang ini Rp5 juta per bulan, hal ini terjadi karena kondisi perusahaan yang tidak kondusif karena ada intervensi dari keluarga istri.
“Kalau dulu, klien kami masih memberikan uang sebesar Rp30 juta kepada istrinya, kalau sekarang karena situasi perusahaan tidak menentu menjadi Rp5 juta per bulan,”ucap Razman yang diiyakan oleh Ratan.
Dimana dalam perjalanan SS meminta kepemilikan saham, dimana di awal akta pendirian itu tak ada, dan baru ada pada 2016, dimana mendapatkan saham 5 persen.
Dan kalau SS mau minta 5 persen dari perusahaan, pasti kliennya memberikan tapi dengan catatan jangan mengganggu perusahaan.
βJustru belakangan harinya, pihak SS meminta keseluruhan perusahaan atau mengambil alih perusahaan tentunya ini tidak mungkin dilakukan karena itu milik klien kami, dimana itu sudah berjalan sebelum pernikahan,β kata Razman
Puncaknya atau peristiwa yang mengerikan dialami oleh Ratan bersama istri didalam rumah kontrakan yang dihuninya diserang oleh SS bersama sejumlah orang, dimana dalam temu pers tersebut Ratan mengatakan kalau yang turut menyerang merupakan keluarga dari mantan istrinya.












