Hukum

Tangis Ibu Pecah di Samping Peti Jenazah, Pertanyakan Dugaan Bunuh Diri Mantan Istri Polisi dan Status Cerai

13
×

Tangis Ibu Pecah di Samping Peti Jenazah, Pertanyakan Dugaan Bunuh Diri Mantan Istri Polisi dan Status Cerai

Sebarkan artikel ini

Keluarga mengaku menemukan sejumlah luka lebam pada tubuh korban dan menyatakan belum menerima hasil autopsi. Polda Sumut sebelumnya menyampaikan dugaan awal korban meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api.

Yestin Laia, ibu Winda Lorenza Gowasa, menangis histeris di samping peti jenazah putrinya saat prosesi penghormatan terakhir di rumah duka, Jalan Perbatasan Lubuk Raya, Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Rabu (05/08/2026). (kedannews.co.id/Foto: Aris)

MEDAN, kedannews.co.id – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga WL, perempuan berusia 31 tahun yang dilaporkan meninggal dunia di Kota Medan. Di tengah prosesi penghormatan terakhir, keluarga korban mempertanyakan penyebab kematian WL yang menurut kepolisian diduga mengakhiri hidupnya menggunakan senjata api milik mantan suaminya yang merupakan anggota Polri.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah keluarga menyampaikan sejumlah kejanggalan yang mereka temukan saat melihat kondisi jenazah korban. Mereka juga menyatakan masih menunggu hasil autopsi sebagai dasar untuk mengetahui penyebab pasti kematian WL.

Ibunda korban, Yestin Laia, mengaku tidak dapat menahan kesedihannya ketika melihat jenazah anaknya berada di dalam peti. Ia menyampaikan harapan agar kasus tersebut mendapat perhatian dari aparat penegak hukum hingga pemerintah pusat.

“Putri ku, anakku sayang, tolong pak Kapolda Sumut, Kapolri dan DPR dan Presiden dan Wakil Presiden, apa yang terjadi dengan anakku,” ucap Yestin Laia.

Menurut Yestin, terdapat sejumlah luka lebam pada tubuh anaknya yang menurutnya menimbulkan tanda tanya terkait penyebab kematian korban.

“Anakku luka lebam di kedua matanya, di lehernya dan bekas suntikan dibawah dagunya. Sampai sekarang tidak ada hasil autopsi, kenapa bunuh diri tetapi tidak ada hasil sama kami,” pungkasnya.

Selain mempertanyakan penyebab kematian, Yestin juga mengaku tidak pernah mengetahui adanya proses perceraian resmi antara putrinya dengan mantan suaminya.

Ayah Korban Menilai Ada Kejanggalan

Ayah korban, Sanalui Gowasa, mengatakan dirinya pertama kali menerima kabar meninggalnya WL dari anaknya yang lain. Saat itu, ia memperoleh informasi bahwa korban disebut meninggal setelah menjalani perawatan akibat sakit jantung di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Namun ketika mendatangi rumah sakit, Sanalui mengaku memperoleh penjelasan berbeda dari petugas sehingga dirinya berusaha memastikan identitas jenazah yang berada di rumah sakit tersebut.

Sanalui menyebut kondisi wajah anaknya yang ia lihat saat itu membuatnya meragukan informasi awal yang diterimanya.

“Kalau ini saya tidak menerima kalau itu dugaan bunuh diri. Karena setelah saya lihat wajah anak saya itu enggak ada luka bolong dan rambutnya enggak ada yang terbakar. Buktinya anak saya ini bersih badannya dan gak bau sama sekali,” kata Sanalui Gowasa.

Ia juga menyampaikan penilaiannya terhadap luka yang terlihat pada tubuh korban.

“yang apa yang jelas itu lehernya memar. Saya rasa itu dicekik baru dibanting orang ini tadi kepala hancur sebelah kanan…” kata Sanalui Gowasa.