Medan, kedannews.com – Peringatan 17 Tahun aksi Kamisan dihadiri ratusan orang yang memakai pakaian serba hitam pada Kamis sore, 18 Januari 2024 bertempat di depan Istana Presiden.
Aksi tersebut menuntut penuntasan kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu. Dalam aksi tersebut salah seorang korban tragedi Pelanggaran HAM berat kasus 65 Bejo Untung mengungkapkan janji Jokowi saat pilpres 2014 hanya basa basi.
“Saya mewakili teman-teman supaya jokowi segera menyelesaikan tanpa basa-basi. Yaitu bertanggung jawab bahwa 65 kejahatan kemanusiaan dan pulihkan hak kami,” kata Bedjo.
Mantan Aktivis PRD Muhammad Ikhyar Velayati mengapresiasi aksi tersebut sebagai bagian dari advokasi dan kontrol masyarakat terhadap isu isu HAM, tetapi Ikhyar mengingatkan semua pihak bahwa kasus penyelesaian HAM di masa Presiden Jokowi cukup mengalami kemajuan
“Secara pribadi yang pernah menjadi korban di masa Orde baru karena aktivitas politik, Tentu saja mengapresiasi aksi kamisan yang dilakukan kawan kawan aktivis maupun NGO HAM, tetapi kita tidak boleh juga menafikan kebijakan dan program Presiden Jokowi yang cukup serius dalam penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu, menurut saya aktivis bisa saja salah tetapi tidak boleh bohong,” Kata Ikhyar di Medan, Kamis (18/1/2024).


















