Mengenai plang sita, Khilda mengungkapkan sewaktu di lapangan terjadi miskomunikasi sedikit dengan pihak pelapor yang kebetulan memang berada di sebelah rumah yang dimohonkan pengukuran ulang.
“Mereka juga telah memohon juga agar dilakukan pengukuran ulang kembali dan pengambilan batas, mereka intinya keberatan kenapa plang sita itu turun, maka kami update kembali perkembangan perkara Nomor LP/2242/XII/2022/SPKT/POLDA SUMUT tertanggal 19 Desember 2022 ini,” ungkap Khilda.
“Kenapa plang sita itu bisa diturunkan karena kami menerima surat dari bapak direktur kriminal khusus Polda Sumut tertanggal 12 Desember 2023 yang isinya antara lain memerintahkan subdit 2 Fismondev Ditreskrimsus Polda Sumut untuk menurunkan plang penyitaan terhadap objek perkara yang saat ini dilakukan penyitaan,” lanjutnya.
Khilda mengatakan telah bermohon kepada Kasubdit Fismondev untuk menurunkan plang sita tersebut pada tanggal 15 Desember, akan tetapi tidak menerima jawaban.
“Dan kita juga tidak menerima larangan untuk menurunkan sampai dengan saat ini, sehingga klien kami berpendapat untuk menurunkan itu, karena plang sita ini sangat mengganggu usaha klien kami, jadi setiap orang yang datang ingin membeli di toko mau beli mau beli ini mau beli itu tetap bertanya kenapa Ada masalah apa, jadi karena hal ini dipandang mengganggu dalam berusaha maka itu turunkan, jadi dasarnya itu karena ada surat pemberitahuan perkembangan penanganan Dumas SP3D dari bapak Dirkrimsus Polda Sumut,” keluh Khilda.


















