Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...
Hukum

Saksi Pokja Ungkap Proses Tender Proyek Waterfront City Pangururan, Terdakwa Enda Ketaren Jalani Sidang Korupsi Rp13,1 Miliar

×

Saksi Pokja Ungkap Proses Tender Proyek Waterfront City Pangururan, Terdakwa Enda Ketaren Jalani Sidang Korupsi Rp13,1 Miliar

Sebarkan artikel ini

Majelis Hakim Minta Keterangan Saksi Diberikan Terang, JPU Beberkan Dokumen Pengadaan dan Dakwaan Terdakwa

Saksi Farid Makmur dari unsur Kelompok Kerja (Pokja) memberikan keterangan dalam sidang perkara dugaan korupsi proyek Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele KSPN Danau Toba di Pengadilan Tipikor Medan, saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Senin (20/7/2026). (kedannews.co.id/Foto: tim)

Usai sidang, Nurdiono menjelaskan dokumen tersebut antara lain berkaitan dengan kontrak pekerjaan, dokumen pengadaan, serta spesifikasi teknis pekerjaan.

Salah satu poin yang disoroti yakni perubahan spesifikasi teknis terkait pembuatan patung dalam dokumen pengadaan.

MEMPROSES ADSENSE...

“Lelang pertama gagal karena di Spesifikasi Teknis penyedia harus memiliki keahlian untuk membuat patung. Jadi seluruh penyedia tidak bisa memenuhi kualifikasi tersebut. Akhirnya di lelang kedua, Spesifikasi Teknis tersebut diubah oleh PPK dengan tidak melampirkan suatu keharusan penyedia memiliki keahlian membuat patung namun hanya terbatas pada jenis bahan pembuatan patung saja,” kata Nurdiono.

Perkara Berawal dari Dugaan Penyimpangan Proyek Rp13,185 Miliar

Berdasarkan informasi dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Medan, perkara dengan nomor 99/Pid.Sus-TPK/2026/PN Mdn mencatat terdakwa Enda Simakasura Ketaren didakwa bersama Edwyn Tresna Nugraha selaku General Manager atau Kepala Wilayah PT Yodya Karya (Persero) Wilayah IV Medan periode 1 Agustus 2017 sampai 31 Desember 2023 yang berkaitan dengan fungsi Manajemen Konstruksi atau Konsultan Pengawas Pekerjaan.

Sumpah Pemuda Pemko Medan