Aspirasi masyarakat itu ditujukan kepada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kota Medan.
Warga di kawasan Pulo Brayan Bengkel, Glugur Darat, Bandar Selamat, Tanjung Mulia Hilir, Sei Kera Hilir, Tegal Rejo dan Indra Kasih meminta pemerintah segera melakukan pengaspalan, pengecoran jalan, pelebaran drainase serta normalisasi parit.
Masyarakat mengaku banjir kini semakin sering terjadi akibat drainase yang dipenuhi lumpur dan sampah serta tidak pernah dinormalisasi secara berkala.
Sejumlah titik yang menjadi sorotan warga di antaranya Jalan Bilal, Jalan Letda Sujono, Jalan Pancing, Jalan Karya Bakti, Jalan Gurilla, Jalan M Yakub, Jalan Tuamang hingga kawasan Pulo Brayan Bengkel dan Tanjung Mulia Hilir.
Selain jalan rusak dan banjir, warga juga meminta percepatan pembangunan saluran drainase baru, pemasangan paving block jalan lingkungan serta penanganan kemacetan di kawasan Tol Tembung dan Jalan Letda Sujono.
Lampu Jalan Mati dan Kemacetan Jadi Sorotan
Dalam sektor perhubungan, masyarakat mengeluhkan banyaknya lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang mati dan belum diperbaiki.












