“Banyak masyarakat yang naik mobil membuang sampah rumah tangga ke pinggir jalan dengan cara dilempar dari kendaraan,” demikian salah satu aspirasi warga yang disampaikan dalam laporan reses.
Keluhan lain datang dari warga Gang Anggrek yang meminta Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup segera mengatasi persoalan sampah yang tidak terkelola karena dinilai menjadi salah satu penyebab banjir.
Warga Kelurahan Simalingkar B juga meminta adanya tempat penampungan sampah sementara karena armada pengangkut sampah hanya datang satu kali dalam sehari.
Sementara warga sekitar kawasan CBD Polonia mengeluhkan sampah yang berserakan akibat truk pengangkut sampah tidak menjangkau seluruh lingkungan permukiman.
Selain persoalan sampah, masyarakat juga meminta pembersihan parit, pembukaan akses pembuangan limbah ke arah Ringroad, hingga penanganan bau tidak sedap akibat peternakan babi di kawasan Mandala yang disebut turut memicu persoalan lingkungan dan banjir.
Warga Keluhkan Bantuan Sosial Tidak Tepat Sasaran
Pada sektor Dinas Sosial, mayoritas masyarakat meminta dilakukan pendataan ulang penerima bantuan sosial seperti PKH, BLT, BPNT, bantuan lansia, hingga BPJS PBI agar bantuan benar-benar tepat sasaran.












